Tuesday, 6 February 2024

Pertahanan Terakhir Impact Shield

Car seat dengan impact shield tidak punya harness. 

Berbeda dengan kebanyakan car seat lainnya, car seat impact shield punya penahan berbentuk perisai besar untuk menahan anak di tempat saat tabrakan.

Beberapa model car seat impact shield yang ada di Indonesia misalnya Cybex Pallas M SL dan dulu juga ada Kiddy Energy Pro.

Cybex Pallas M SL

Kiddy Energy Pro

Menurut produsen, car seat impact shield menghasilkan beban leher lebih rendah dibandingkan car seat hadap depan dengan harness. Menurut keterangan produsen, tidak adanya harness membuat leher, tulang belakang dan keseluruhan badan anak ikut bergerak bersama dengan kepala saat tabrakan, sehingga tidak ada tarikan tulang leher berlebihan. Cidera pun diklaim lebih ringan. Selain itu, energi tabrakan juga didistribusikan ke area yang lebih besar (perut). Makin besar luas permukaan, makin kecil tekanannya.


Bagaimana crash test ADAC, Stiftung Warentest, TCS, dsb?
Cukup baik. ADAC memberi skor Keselamatan (Security) di kisaran 2.0 (Good). TCS Swiss memberi kisaran nilai 62%-70%. Beberapa bahkan diberi nilai "Very Good" oleh Stiftung Warentest.

Ada beberapa kritik penting terhadap car seat shield impact.

Pertama, anak usia 1 tahun punya banyak ruang lowong yang memungkinkan ia terlempar keluar dari car seat saat tabrakan. Saya sangat menyarankan laporan forum UNECE ini. (Jangan khawatir, hampir semua halamannya berupa foto.) Sebagian besar car seat impact shield juga tidak bisa disesuaikan besar-kecilnya badan anak, yang memperparah kekosongan dan keleluasaan ruang gerak. Hal ini memperbesar risiko cidera dan keluar dari car seat.

Kedua, saat anak beranjak besar, sekitar usia 3 tahun, badannya akan keluar kemana-mana. Bahkan, kepala bisa menyentuh bagian atas interior mobil. Perut menghantam impact shield. Tekanan abdominal dilaporkan mencapai tiga kali lipat batas minimal yang dibolehkan. Akibatnya, cidera kepala, dada dan perut, termasuk organ dalam yang berdampak fatal. Lebih jelasnya ada di laporan forum UNECE yang tadi juga. Kalau belum lihat, klik sekarang. 

Ringkasannya, tabrakan tipe ODB (offset deformable barrier) standar Euro NCAP dengan kecepatan 64kmh dan 40% bagian depan mobil ditabrak benda keras tak bisa berubah bentuk, yang merupakan jenis tabrakan yang paling sering terjadi di jalanan, menghasilkan dampak sangat berbahaya jika anak memakai car seat impact shield, khususnya anak berusia 1,5 dan 3 tahun. Anak bisa keluar sebagian atau seluruhnya dari car seat, kepala dan badan terbentur interior mobil dan tekanan di area perut sangat tinggi hingga tiga kali batas yang dibolehkan. Semua berdampak fatal.

Ketiga, saat mobil terguling, anak keluar dari car seat. Laporan UNECE tadi juga mencatat hal ini. Lihat video berikut.

Ketiga alasan ini berasal dari ketiadaan harness di bahu dan selangkang untuk mengamankan anak. 

Keempat, tekanan di leher yang diklaim produsen jauh lebih ringan ternyata tak jauh beda dari car seat hadap depan dengan harness. Selisihnya tidak banyak.


Kenapa crash test seperti ADAC dan Stiftung Warentest menilai car seat impact shield bagus?

Sebab:

  • tidak ada offset 40% (bagian depan mobil yang tertabrak sehingga lebih realistis)
  • tipe mobil hanya satu, tidak beragam
  • tekanan area perut tidak dinilai dan ukur
  • cidera kepala tidak dinilai dan diukur


Komentar ibucarseat:

Melihat laporan UNECE, saya tercengang. Setelah membaca laporan itu, saya rasa, tidak akan ada orangtua di dunia ini yang sampai hati memberikan car seat impact shield untuk anaknya. Saya pun makin yakin, satu-satunya yang paling aman adalah car seat hadap belakang. 

Namun, pendapat itu berubah. 

Di tahun 2024, saya kembali mengikuti pelatihan car seat oleh IOSH. Salah satu pengajar senior mengisahkan pengalamannya tentang impact shield. Menurutnya, car seat impact shield sangat baik untuk anak-anak berkebutuhan khusus. ADD/ADHD dan autisme, terutama. Biasanya, anak-anak ini memiliki sensitivitas di bagian sensori. Mereka tidak suka pakai harness. Ini tentu tantangan super ekstra. 

Senior saya mengatakan, saat pakai car seat impact shield, anak-anak spesial ini langsung anteng. Tenang, tanpa perlawanan. Saya tercekat. Saya punya keponakan ABK. Saya paham sekali betapa sulitnya. Dari senior, saya banyak belajar. Ternyata, pro kontra akan selalu ada. Ternyata, impact shield yang dulu beda dengan sekarang: kini impact shield sudah punya buckle sendiri dan tak perlu dikencangkan dengan seat belt agar lebih aman. Ternyata, beban leher impact shield memang lebih kecil dibanding pakai harness hadap depan. Ternyata sesuatu yang dahulu nampak tidak ada bagus-bagusnya tetap bisa bermanfaat bagi keluarga lain dengan kebutuhan yang berbeda pula. 

Bagi anak-anak yang tidak punya kebutuhan khusus, jelas hadap belakang. Tak ada pertanyaan soal itu. (Sebagian dari mereka juga berpotensi tidak suka dengan impact shield yang bisa bikin kaki pegal.)

Begitu pun, bagi anak-anak berkebutuhan khusus, pertama-tama kita usahakan hadap belakang terlebih dahulu. Itu yang terbaik. Sebisa mungkin hadap belakang. Jika tidak bisa, maka hadap depan dengan harness. Impact shield adalah pertahanan terakhir. Saat kita tidak punya apa-apa lagi.

Memang tidak ideal, tapi ini bisa jadi opsi. Dan impact shield masih jauh lebih baik daripada pakai seat belt saja, atau tidak pakai apa-apa sama sekali.

No comments:

Post a Comment