POSTINGAN INI ADALAH PENGALAMAN PRIBADI, TIDAK DISPONSORI/DI-ENDORSE OLEH PIHAK MANAPUN.
Kemarin di IG ibucarseat.id ada yang share pengalaman naik taksi di Singapura. Oleh pihak taksi, mereka diberikan car seat MiFold. Padahal, anak mereka berusia 18 bulan dan 2 tahun. Keluarga ini kecewa sebab mereka sudah membayar biaya car seat dan tak sesuai harapan. Kirain car seat beneran. Eh dikasih MiFold.
Foto: MiFold Indonesia
Foto: MiFold Indonesia
Untuk anak usia 18 bulan dan 2 tahun, MiFold memang tidak sesuai. Anak-anak ini seharusnya masih pakai car seat dengan harness dan idealnya hadap belakang. Bukan hadap depan, apalagi booster seperti MiFold. Idealnya, MiFold digunakan anak besar yang sudah mencapai BB 22kg DAN TB 125cm. Dua syarat itu harus terpenuhi, sesuai kriteria Grup 3 UN R44 untuk booster cushion.
Keluarga lain ikut berbagi cerita. Mereka naik grab family yang ada car seat-nya. Mereka diberikan Urban Kanga Uptown, car seat ber-harness hadap depan yang portable dan bisa dilipat.
Foto: Syifa Karimah
Dari foto, tampak bahwa bahu anak masih jauh di bawah harness. Sebenarnya, harness masih bisa diturunkan agar tepat di pundak anak. Dengan begitu, pemakaiannya lebih tepat dan tingkat keselamatannya bisa lebih baik. Namun, sayangnya driver taksi tidak menginfokan hal ini pada keluarga. Mungkin ya males aja. Ribet mindah-mindah posisi harness. Lihat video ini di bawah ini.
Memang inilah kemungkinan yang bisa terjadi jika kita menyewa car seat. Car seat sewaan bisa saja tidak sesuai dengan BB, TB dan usia anak kita. Kita tak bisa memilih, sebab koleksinya terbatas, atau sudah langsung dipilihkan oleh penyewa.
Selain itu, dengan car seat baru yang kita tidak familiar, kita bisa mengalami kesulitan menyesuaikan pemakaiannya ke anak, juga memastikan instalasi yang tepat. Ada juga kemungkinan anak kita yang merasa kurang nyaman. Kan bukan car seat-nya.
Kemungkinan lain,
Riwayat tabrakan. Car seat kualitas baik akan tetap terjaga bentuknya meski sudah tabrakan parah. Kita tak akan bisa membedakan hingga tabrakan berikutnya saat car seat itu tak bisa melindungi anak kita.
Riwayat jatuh, ketendang, kegasrut (ini apa ya bahasa Indonesia-nya?), dan sejenisnya.
Bagian (parts) car seat tidak lengkap/rusak. Contohnya, crotch pad tidak ada karena hilang. Akhirnya nggak pakai crotch pad. Atau misalnya buckle sudah tidak berfungsi baik. Susah diceklek dan susah dibuka.
Car seat telah dicuci tanpa mengindahkan kaidah cuci yang benar. Ini bisa mengurangi performa kain dan harness dalam menghantar api. Atau menyebabkan tenunan harness kendur dan tak bisa menahan anak saat tabrakan.
Car seat tua alias kedaluarsa.
Kotor.
Risiko dipegang orang dan dipindahtangankan membuat semuanya tak bisa ditelusuri.
Itu saja sudah cukup sih sebetulnya untuk tidak menyewa car seat. Alasan lain masih banyak. Di seluruh dunia kayak gitu. Asia, Eropa, Amerika, Australia, semuanya sama. Pasti risiko-risiko ini ada. Saya pernah baca di Eropa mana gitu, gudang penyimpanan car seat sewaannya banyak tikus.
Trus, solusinya gimana?
Salah satu yang terbaik yang bisa saya pikirkan adalah bawa car seat sendiri dengan troli lipat dan tali ratchet tie-down untuk mengikatnya. Ada di HL Troli & Taksi. Car seat bisa dipasang di kursi pesawat. (Bahasan car seat di pesawat insyaAllah nyusul, ya. Panjang soalnya.) Memang lebih usaha, sih, tapi keuntungannya adalah kita tahu riwayat car seat. Juga, anak sudah familiar dan nyaman dengan car seat-nya sendiri dibanding car seat baru. Kita juga tidak perlu ribet nyari sewa car seat di tempat tujuan, dengan berbagai risiko di atas.
Bagi keluarga yang tetap memilih portable car seat, kita bahas lebih lanjut di postingan PORTABLE CAR SEAT. Lengkap sama hasil crash test-nya. Juga tips memilih dan memakai.
Sebagai penutup, sewa car seat, dengan segala risikonya, punya kemungkinan besar masih lebih baik daripada:
Anak pakai seat belt saja.
Anak tidak pakai apapun sama sekali.
* * * Side Story * * *
Saya jadi ingat, dulu taksi Blue Bird pernah membuat memiliki armada yang ada car seat-nya. Ini sungguh inisiatif yang sangat baik. Saya terkesan. BlueBird memperhatikan keselamatan anak. INI BERITANYA.
Foto: BlueBird Group
Foto: BlueBird Group
BlueBird cukup baik dalam memilih car seat yang multistage. Artinya, bisa dipakai oleh anak di rentang usia yang panjang. Sejak bayi 4 bulan sampai usia 8 tahunan lah. Ini jauh lebih baik daripada menyediakan MiFold atau Urban Kanga. Ini car seat beneran. A fully fledged car seat.
Satu hal yang saya perhatikan, car seat yang digunakan adalah Graco Extend2Fit yang berstandar Amerika. Artinya, tidak cocok di mobil Indonesia. Waktu itu saya ingin sekali menyampaikan ke BlueBird bahwa car seat ini tidak kompatibel dengan mobil kita dan pasti ada kesalahan instalasi yang berakibat fatal. Saya ingin sekali memilihkan car seat yang cocok, sekalian kasih pelatihan ke driver armada car seat tersebut untuk pemasangan dan pemakaian ke anak, semua gratis, karena saya fangirl BlueBird, hahaha xD (armada LifeCare dulu sangat membantu saya dan almarhumah ibunda yang pasien kanker dan harus bolak-balik Dharmais. Semua driver LifeCare luar biasa service-nya jazaahumullaahu khayran wa baarakAllaahu fiihum). Tapi, sampai sekarang saya nggak berani :">
Saya tidak tahu apakah layanan ini masih ada. Sebetulnya, layanan ini sangat membantu para orangtua yang sadar keselamatan berkendara dengan anak, namun belum punya car seat. Cukup banyak orangtua yang seperti ini. Pasti akan sangat bermanfaat.
Saya memikirkan beberapa poin jika BlueBird ingin melanjutkan program ini:
Car seat: diganti dengan car seat standar UN, fitur keselamatan banyak dan bisa dipakai rentang usia yang cukup panjang. Idealnya UN R44 grup 0+/1/2/3 atau UN R129 40cm-145cm.
Car seat diinstalasi default hadap belakang.
Driver sudah ditentukan personelnya, dan masing-masing sudah menerima pelatihan tentang instalasi dan pemakaian car seat yang tepat. Ini penting sekali.
Jumlah armada diperbanyak.
Promosi diperbanyak misalnya dengan kolaborasi bersama komunitas keselamatan anak, komunitas ibu dan anak dan komunitas keluarga.
Mudah-mudahan segera dihidupkan kembali, ya, layanannya. Sebab, yang diberikan BlueBird jauh lebih baik daripada taksi di negeri seberang. Aamiin.
POSTINGAN INI ADALAH RISET MANDIRI DAN TIDAK DISPONSORI/DI-ENDORSE PIHAK MANAPUN.
Banyak nih yang nanya car seat Poled.
Yuk, ikut saya menjelajah informasi tentang car seat Korea ini.
Pertama, saya Google terlebih dahulu. Car seat Poled dijual di Mothercare Indonesia.
Untuk gambaran awal, Poled Global All Age 360 dijual dengan harga Rp5.699.000. Fantastis. Mahal banget, bahkan lebih mahal dari Nuna Todl Next yang juga bisa diputer-puter.
Poled adalah car seat yang disponsori Hyundai Motor Company.
Ada berapa model car seat yang dijual Poled di Indonesia? Ternyata ada empat.
Poled Rising Star (infant seat)
Poled Y-Fix Pro (toddler to child)
Poled Ball Fix Pro (high-back booster seat dan booster cushion)
Poled All Age 360 (toddler to child yang bisa diputar 360)
Karena website Poled Korea tidak menampilkan lagi keempat car seat di atas (yang tampil adalah model-model car seat yang lebih baru), semua informasi saya ambil dari sumber sekunder berikut:
website Mothercare Indonesia
channel YouTube Poled Korea
akun instagram Poled Singapura
akun instagram Poled Filipina
Kali ini kita kaji Poled Global All Age 360.
Harga
Rp5.699.000,-
Spesifikasi dari website Mothercare Indonesia (screenshot):
Spesifikasi penting lainnya yang saya dapat dari akun instagram Poled Singapura dan akun YouTube Poled Korea (screenshot):
Standar keselamatan: UN R44, Korea, China
Grup (UN R44): 0+/1/2/3
0+ hadap belakang hingga 13kg
1 hadap depan dengan harness hingga 18kg
2 hadap depan tanpa harness (mode HBB) 15-25kg
3 hadap depan tanpa harness (mode HBB) 22-36kg
Instalasi
Grup 0+ hadap belakang hingga 13kg: ISOFIX + tether
Grup 1 hadap depan dengan harness hingga 18kg: ISOFIX + tether
Grup 2 dan 3 hadap depan tanpa harness (seat belt saja): seat belt 3-titik
Crash test
Di website Poled Korea, disebutkan bahwa manufacturer Poled All Age 360 adalah Apramo (co-development).
Apramo ini salah satu produsen car seat juga dan peredarannya di Eropa. Mari kita lihat, apakah ada yang mirip?
Poled All Age 360 di Mothercare Indonesia
Apramo All Stage di Amazon UK
Yap, ternyata mirip sekali, ya :D Ada perbedaan sedikit di headrest.
Kalau kita sudah nemu versi Eropa-nya, maka akan sangat mudah cari hasil crash test ADAC-nya. Yuk kita cari Apramo All Stage di ADAC.
Wah, tak disangka ternyata skor Security-nya 3.9. Kok nggak bagus, ya. Alias parah banget sih :(
Lho, katanya sudah lolos crash test Euro NCAP?
Jawab: Euro NCAP adalah crash test untuk mobil. NCAP adalah singkatan dari New Car Assessment Programme. Rangkaian tes dalam Euro NCAP, maupun NCAP lainnya di seluruh dunia, menilai seberapa baik sebuah mobil bisa melindungi penumpang dewasa dan penumpang anak. Pada tes Euro NCAP, dalam menilai aspek keselamatan penumpang anak pastinya car seat akan digunakan juga. Merk dan model biasanya yang sering dipakai. Namun, Euro NCAP TIDAK melakukan crash test untuk car seat.
Balik ke ADAC. Coba kita lihat lebih detil ya.
Ternyata, ada peningkatan risiko cidera jika hadap depan, dan ada risiko cidera yang lumayan saat tabrak samping. Saya nggak berani sih. Tapi sisi positifnya ada juga. Car seat ini punya jalur seat belt yang baik dan stabil dalam kendaraan.
Kemudahan instalasi juga kurang banget. Instruksi buku manual dan tanda peringatan memang mudah dipahami. Namun, ada risiko salah instalasi karena instalasinya lebih rumit. Mengencangkan harness pada anak juga perlu usaha ekstra. Selain itu, dengan bobot 14kg, car seat ini berat sekali. Akan sangat menantang untuk pindah-pindah mobil.
Dari segi ergonomi, kualitas bahan kain bagus. Ada ruang kaki yang cukup lega untuk anak, namun tidak makan tempat dalam mobil. Jadi ramping.
Kandungan polutannya pun rendah (misal BPA, naphtalene [kamper], cairan pelapis anti-api, dst) dan memiliki desain dan finishing yang baik.
Selain ADAC, crash test terhadap Apramo All Stage juga dilakukan oleh TCS dari Swiss. Kedua institusi ini sama-sama komunitas otomotif berusia seratusan tahun dan disegani. Ini hasilnya.
Hasil TCS memang rendah sih. Kalau bagus itu nilainya 90% ke atas dan warnanya hijau di tiap bagian. Ini kuning, bahkan security cuma 32 :(
Di sisi lain, seorang ibu di Inggris pernah mengulas Apramo All Stage DI SINI. Ibu ini cukup puas dengan semua kecuali satu hal: mengenakan harness amat sulit karena harness terlalu lemas dan pasti diduduki oleh anak. Dan ini membuat ia tidak jadi merekomendasi car seat ini.
Komentar ibucarseat:
Kelebihan
Desain bentuknya bagus. Sekilas dari samping mirip Britax beberapa tahun lalu.
Bahan terlihat bagus.
Kain cover dan harness nampak lembut dan nyaman.
Bisa diputar 360 yang bisa bermanfaat untuk ibu dengan kondisi fisik tertentu, misal low back pain, knee pain, atau kesulitan berdiri maupun berjalan.
Ada teknologi alarm seat belt yang nampak menarik. Alarm akan berbunyi saat buckle harness dilepas oleh anak.
Kekurangan
Crash test-nya luar biasa jelek banget.
Hanya hadap belakang hingga 13kg atau sekitar usia 1,5 tahun, sama dengan infant seat biasa. Tidak mendukung ERF. Risikonya besar.
Grup 0+ dan 1 hanya bisa dipasang dengan ISOFIX, tidak bisa dengan seat belt. Jadi, mobil kita juga sudah harus ada ISOFIX.
Tether sebenarnya lebih rentan salah pasang (misuse) dibanding foot prop (kaki penyangga ke lantai mobil).
Bobot sangat berat 14kg, akan perlu lebih banyak usaha jika pindah-pindah mobil.
Car seat ini cocok untuk
Penyuka model car seat stylish.
Punya kondisi medis tertentu dan lebih terbantu dengan car seat yang bisa diputar.
Mobil ada ISOFIX.
Tidak akan pindah-pindah mobil.
Tidak ingin makan tempat di mobil karena ini cukup ramping.
Yang tidak keberatan memutar anak jadi hadap depan di BB 13kg atau sekitar 1,5 tahun. Ini sangat berbahaya, sih. Tonton video ERF ini ya.
Yang tidak keberatan anaknya hadap depan meski usianya belum 5 tahun dan BB belum mencapai 18kg. Saran saya, sebaiknya tetap hadap belakang. Tonton video ERF.
Bersedia mengeluarkan biaya lebih besar.
Tidak cocok untuk
Bayi. Posisi bayi tidak bagus meski sudah diberi insert. Masih tertekuk dan dagu menyentuh dada. Lihat VIDEO INI.
Keluarga yang ingin ERF alias hadap belakang lebih lama karena alasan keselamatan.
Yang mempertimbangkan hasil crash test seperti ADAC dan TCS.
Mobil yang tidak ada ISOFIX (sebelum tahun 2018).
Pindah-pindah mobil.
Yang tidak punya waktu harnessing berlama-lama. Misalnya punya balita lebih dari satu.
Yang mau berhemat.
Car seat ini masih lebih baik daripada
Anak hanya memakai seat belt saja.
Anak tidak pakai apapun.
Alternatif car seat ERF yang bisa diputar 360 dan jauh lebih baik
Nuna todl next (Rp4.990.000, skor Security ADAC 1.7 🟢 Very Good)
Nuna rebl plus i-Size Suited Collection (Rp4.550.000, skor Security ADAC 2.2 🟢 Good)
Jika ibucarseat mobilnya ISOFIX dan punya anak bayi, batita atau balita, apakah akan beli car seat ini?
Tidak, sebab tidak ERF. Ini poin utama. Selain itu, harganya juga tinggi. Dengan harga nyaris 6 juta rupiah, ibucarseat bisa beli 4 car seat untuk 2 anak, yang bisa mereka pakai hingga TB 150cm atau sekitar usia 12-14 tahun dan bisa pakai seat belt. Itu pun masih sisa 200ribu :D
Apakah orang lain boleh beli?
Ya, boleh aja. Kan bebas. Cuman sayang aja karena nggak ERF dan hasil crash test-nya jelek banget (baca: parah).
Harapan ibucarseat untuk Poled Global Age 360?
Semoga suatu hari nanti Poled masukin ke Indonesia car seat yang
ERF hingga 18kg. Syukur bisa sampai 25kg.
Crash test ADAC dengan skor Security satu koma alias Very Good 🟢, TCS 90% ke atas, dan crash test lainnya juga.
Harness dibuat lebih mudah dipakaikan ke anak.
Aamiin.
Demikian kajian car seat Poled Global Age 360. Semoga bermanfaat. Silakan komen, insyaAllah saya balas.
Product Usage: Group 1/2/3, 9-36kg, approx. 1-12 years old
Testing Certification: ECE R44/04
Apakah ibucarseat rekomen?
Tidak.
Pertama, car seat ini hanya hadap depan. Tidak bisa hadap belakang. Ini poin utamanya.
Kedua, dengan keterangan BB 9kg sudah bisa dipakai, maka car seat ini sangat berpotensi membuat orangtua berpikir bahwa bayi 9kg bisa memakainya. BB 9kg itu kira-kira di usia 9 bulan, dan seharusnya masih hadap belakang. Masih jauh sekali.
Ketiga, jika bisa diubah ke mode HBB, kita harus beres-beres. Yakni, melepas harness, harness pad dan buckle. Untuk melakukannya, kita perlu men-disassembly car seat menjadi dua bagian dan melepas kain cover car seat. Juga banyak parts dan langkah yang harus dilakukan. Ini perlu usaha ekstra. Silakan lihat video instalasi di menit 1:54 "Removing the harness for group 2/3" di bawah ini.
Juga video "How to Store your Elevate Harness" berikut.
Selesai beres-beres, kita masih perlu menyimpan harness dan buckle dengan benar agar tetap bersih dan tidak jamuran. Ini benar-benar PR ekstra. Kita harus memikirkan lokasi penyimpanan dan wadahnya. Seringnya, kita akan lupa simpan di mana. Menurut saya, lebih baik beli HBB murni sekalian, yang tidak perlu beres-beres. Keluar dari kardus udah jadi dan tinggal taruh di jok mobil.
Keempat, harganya sama dengan HBB. Bahkan lebih mahal. Joie Elevate harganya 1jt pas sd 1,1jt. HBB Joie Trillo hanya 900rb dan ini bagus. Kalau Trillo polos ga ada, masih ada Joie i-Trillo 1,2 juta, i-Trillo LX 1,3 juta di tahun 2024. Semuanya HBB murni dan fitur safety-nya lebih baik daripada Joie Elevate. Dan sudah crash test ADAC dengan hasil baik. (Pasti abis ini ada yang tanya bedanya Trillo, Trillo LX, i-Trillo, i-Trillo LX deh nih, hehehe. Segera klik menu HBB aja ya. Atau liat di IG ibucarseat di HL no 6 HBB dan 6A HBB -> klik aja link-nya bisa lihat langsung, kok.)
Cocok untuk:
Ada salah seorang sahabat yang waktu itu masih hadap belakang, namun ternyata car seat-nya palsu alias counterfeit. Ibarat sepatu adidas, dipalsukan jadi merk adadis. Kan bahaya, ya. Anaknya sudah besar, usia sekolah. BB 16kg. Lalu mereka coba ganti ke HBB. Ternyata, anak tidak suka karena HBB kan pakai seat belt. Jadinya lebih longgar dan tidak kencang. Dan memang pasti akan seperti itu. Memang akan terasa sekali bedanya. Nah, anak merasa kurang aman. Ia lebih suka pakai harness. Jauh lebih kencang dan merasa lebih aman. Maka, mereka coba car seat ini dan alhamdulillah anak suka. Mereka pun bisa tetap memakai ini hingga besar. Saat BB 18kg ubah ke mode HBB dan dipakai hingga TB 150cm.
Tingkat keamanan:
Jauh lebih rendah dari hadap belakang. Jika BB anak <18kg maka hadap belakang. Itu paling aman untuk kepala, leher dan tulang belakangnya. Hadap belakang 500% lebih aman.
Di mode HBB, hampir sama dengan HBB, namun fitur safety-nya lebih sedikit.
Dibandingkan tidak pakai apapun sama sekali, Joie Elevate jelas jauh lebih baik dan lebih aman.
Hasil crash test:
ADAC/OEAMTC: belum ada
TCS Swiss: belum ada
Plus Test Sweden: tidak akan pernah ada, tidak akan pernah lolos. Yang lolos pasti selalu hadap belakang
NCAP: belum ada
PESRI: belum ada
Institusi lain: belum ada
Kelebihan lainnya:
Instalasi mudah
Kualitas bagus
10 posisi headrest jadi bisa lebih dipaskan pundak anak
Bisa cuci mesin kain cover-nya
Kekurangan lain:
Tipis busanya, lebih nyaman HBB. Tapi kalau anak senang sih ya nggak ngaruh juga sih, yang penting dia happy :D Ingat untuk selalu instalasi dengan tepat dan memakai harness dengan tepat.
Instalasi:
Tegakkan sandaran jok mobil agar kemiringannya sejajar dengan car seat dan bisa menempel sempurna dengan car seat tanpa celah.
Sandaran kepala di mobil: jika mendorong car seat ke depan, lepas dan SIMPAN DI RUMAH. Ini proyektil berbahaya.
Pemakaian:
Naik-turunkan headrest supaya lubang keluar harness tepat di pundak anak atau sedikit di atasnya.
Tarik harness hingga tidak bisa dilipat.
FAQ
Apakah anak usia 3 tahun sudah boleh pakai Joie Elevate? Jika BB masih di bawah 18kg, saran saya jauh jauh jauh lebih baik dan lebih aman hadap belakang. Saya juga belom tega kalau 3 tahun harus hadap depan :'( Coba lihat kumpulan video ERF ini ya :) --> VIDEO ERF
Anak 4 tahun? Jika BB sudah 18kg, dengan sangat terpaksa, boleh. Dengan mode HBB yang pakai seat belt saja. Harness dan buckle harus dilepas. Sebab, Joie Elevate hanya bisa pakai harness hingga BB 18kg. Lebih dari itu harus mode HBB pakai seat belt saja. Sebenarnya pun usia 4 tahun idealnya masih harus hadap belakang. Sebab, dari kematangan berpikir biasanya masih belum cukup. Masih suka uget-uget kanan kiri depan belakang, atau tarik-tarik seat belt. Semuanya berisiko kalau mode HBB. Sayangnya, car seat ERF di Indonesia baru ada sebatas 18kg atau TB 105cm. Namun, jika BB anak belum 18kg, saran saya sebaiknya pilih opsi hadap belakang. Itu yang paling aman. Ini usia tanggung memang. Intinya, lihat BB TB apakah masih masuk dengan limit car seat ERF yang ada di Indonesia. Silakan dipertimbangkan aspek kenyamanan yang tadi sudah dibahas di atas, dan juga budget. Dan tentunya, apakah kita orangtua bersedia menerima risiko hadap depan. Lihat video ERF di no. 1 deh. Anak saya usia 5 tahun tapi badannya mungil, BB 14,5kg. Dia masih hadap belakang pakai Joie Steadi. Pundaknya juga masih masuk. Masih sejajar lubang harness paling atas. Nanti kalau sudah lebih tinggi sedikit, mungkin baru saya pertimbangkan kembali apakah akan beli car seat ERF lagi, atau HBB. Bagi saya, kalau masih ada car seat yang membuatnya tetap bisa hadap belakang, saya akan condong pilih itu.
Anak 5 tahun? Sama jawabannya dengan no. 2. Ini usia tanggung, tergantung BB TB anak. Namun jika usia anak 5 tahun dan BB sudah 18kg, atau pundaknya sudah jauuuh lebih tinggi dari lubang harness teratas, maka lebih baik pilih HBB murni sekalian.
Anak 6 tahun? Langsung pilih HBB murni saja insyaAllah.