Sunday, 28 January 2024

Car Seat di Taksi

POSTINGAN INI ADALAH PENGALAMAN PRIBADI, TIDAK DISPONSORI/DI-ENDORSE OLEH PIHAK MANAPUN.

Kemarin di IG ibucarseat.id ada yang share pengalaman naik taksi di Singapura. Oleh pihak taksi, mereka diberikan car seat MiFold. Padahal, anak mereka berusia 18 bulan dan 2 tahun. Keluarga ini kecewa sebab mereka sudah membayar biaya car seat dan tak sesuai harapan. Kirain car seat beneran. Eh dikasih MiFold.

Foto: MiFold Indonesia
Foto: MiFold Indonesia

Untuk anak usia 18 bulan dan 2 tahun, MiFold memang tidak sesuai. Anak-anak ini seharusnya masih pakai car seat dengan harness dan idealnya hadap belakang. Bukan hadap depan, apalagi booster seperti MiFold. Idealnya, MiFold digunakan anak besar yang sudah mencapai BB 22kg DAN TB 125cm. Dua syarat itu harus terpenuhi, sesuai kriteria Grup 3 UN R44 untuk booster cushion.

Keluarga lain ikut berbagi cerita. Mereka naik grab family yang ada car seat-nya. Mereka diberikan Urban Kanga Uptown, car seat ber-harness hadap depan yang portable dan bisa dilipat.


Foto: Syifa Karimah

Dari foto, tampak bahwa bahu anak masih jauh di bawah harness. Sebenarnya, harness masih bisa diturunkan agar tepat di pundak anak. Dengan begitu, pemakaiannya lebih tepat dan tingkat keselamatannya bisa lebih baik. Namun, sayangnya driver taksi tidak menginfokan hal ini pada keluarga. Mungkin ya males aja. Ribet mindah-mindah posisi harness. Lihat video ini di bawah ini.


Memang inilah kemungkinan yang bisa terjadi jika kita menyewa car seat. Car seat sewaan bisa saja tidak sesuai dengan BB, TB dan usia anak kita. Kita tak bisa memilih, sebab koleksinya terbatas, atau sudah langsung dipilihkan oleh penyewa. 

Selain itu, dengan car seat baru yang kita tidak familiar, kita bisa mengalami kesulitan menyesuaikan pemakaiannya ke anak, juga memastikan instalasi yang tepat. Ada juga kemungkinan anak kita yang merasa kurang nyaman. Kan bukan car seat-nya. 

Kemungkinan lain, 
  • Riwayat tabrakan. Car seat kualitas baik akan tetap terjaga bentuknya meski sudah tabrakan parah. Kita tak akan bisa membedakan hingga tabrakan berikutnya saat car seat itu tak bisa melindungi anak kita.
  • Riwayat jatuh, ketendang, kegasrut (ini apa ya bahasa Indonesia-nya?), dan sejenisnya.
  • Bagian (parts) car seat tidak lengkap/rusak. Contohnya, crotch pad tidak ada karena hilang. Akhirnya nggak pakai crotch pad. Atau misalnya buckle sudah tidak berfungsi baik. Susah diceklek dan susah dibuka.
  • Car seat telah dicuci tanpa mengindahkan kaidah cuci yang benar. Ini bisa mengurangi performa kain dan harness dalam menghantar api. Atau menyebabkan tenunan harness kendur dan tak bisa menahan anak saat tabrakan.
  • Car seat tua alias kedaluarsa.
  • Kotor. 
  • Risiko dipegang orang dan dipindahtangankan membuat semuanya tak bisa ditelusuri.
Itu saja sudah cukup sih sebetulnya untuk tidak menyewa car seat. Alasan lain masih banyak. Di seluruh dunia kayak gitu. Asia, Eropa, Amerika, Australia, semuanya sama. Pasti risiko-risiko ini ada. Saya pernah baca di Eropa mana gitu, gudang penyimpanan car seat sewaannya banyak tikus.

Trus, solusinya gimana?

Salah satu yang terbaik yang bisa saya pikirkan adalah bawa car seat sendiri dengan troli lipat dan tali ratchet tie-down untuk mengikatnya. Ada di HL Troli & Taksi. Car seat bisa dipasang di kursi pesawat. (Bahasan car seat di pesawat insyaAllah nyusul, ya. Panjang soalnya.) Memang lebih usaha, sih, tapi keuntungannya adalah kita tahu riwayat car seat. Juga, anak sudah familiar dan nyaman dengan car seat-nya sendiri dibanding car seat baru. Kita juga tidak perlu ribet nyari sewa car seat di tempat tujuan, dengan berbagai risiko di atas.

Bagi keluarga yang tetap memilih portable car seat, kita bahas lebih lanjut di postingan PORTABLE CAR SEAT. Lengkap sama hasil crash test-nya. Juga tips memilih dan memakai.

Sebagai penutup, sewa car seat, dengan segala risikonya, punya kemungkinan besar masih lebih baik daripada:
  • Anak pakai seat belt saja.
  • Anak tidak pakai apapun sama sekali.

* * * Side Story * * *

Saya jadi ingat, dulu taksi Blue Bird pernah membuat memiliki armada yang ada car seat-nya. Ini sungguh inisiatif yang sangat baik. Saya terkesan. BlueBird memperhatikan keselamatan anak. INI BERITANYA.



Foto: BlueBird Group

Foto: BlueBird Group

BlueBird cukup baik dalam memilih car seat yang multistage. Artinya, bisa dipakai oleh anak di rentang usia yang panjang. Sejak bayi 4 bulan sampai usia 8 tahunan lah. Ini jauh lebih baik daripada menyediakan MiFold atau Urban Kanga. Ini car seat beneran. A fully fledged car seat.

Satu hal yang saya perhatikan, car seat yang digunakan adalah Graco Extend2Fit yang berstandar Amerika. Artinya, tidak cocok di mobil Indonesia. Waktu itu saya ingin sekali menyampaikan ke BlueBird bahwa car seat ini tidak kompatibel dengan mobil kita dan pasti ada kesalahan instalasi yang berakibat fatal. Saya ingin sekali memilihkan car seat yang cocok, sekalian kasih pelatihan ke driver armada car seat tersebut untuk pemasangan dan pemakaian ke anak, semua gratis, karena saya fangirl BlueBird, hahaha xD (armada LifeCare dulu sangat membantu saya dan almarhumah ibunda yang pasien kanker dan harus bolak-balik Dharmais. Semua driver LifeCare luar biasa service-nya jazaahumullaahu khayran wa baarakAllaahu fiihum). Tapi, sampai sekarang saya nggak berani :">  

Saya tidak tahu apakah layanan ini masih ada. Sebetulnya, layanan ini sangat membantu para orangtua yang sadar keselamatan berkendara dengan anak, namun belum punya car seat. Cukup banyak orangtua yang seperti ini. Pasti akan sangat bermanfaat. 

Saya memikirkan beberapa poin jika BlueBird ingin melanjutkan program ini:
  1. Car seat: diganti dengan car seat standar UN, fitur keselamatan banyak dan bisa dipakai rentang usia yang cukup panjang. Idealnya UN R44 grup 0+/1/2/3 atau UN R129 40cm-145cm.
  2. Car seat diinstalasi default hadap belakang.
  3. Driver sudah ditentukan personelnya, dan masing-masing sudah menerima pelatihan tentang instalasi dan pemakaian car seat yang tepat. Ini penting sekali.
  4. Jumlah armada diperbanyak.
  5. Promosi diperbanyak misalnya dengan kolaborasi bersama komunitas keselamatan anak, komunitas ibu dan anak dan komunitas keluarga.
Mudah-mudahan segera dihidupkan kembali, ya, layanannya. Sebab, yang diberikan BlueBird jauh lebih baik daripada taksi di negeri seberang. Aamiin.

No comments:

Post a Comment