POSTINGAN INI ADALAH RISET MANDIRI DAN TIDAK DISPONSORI/DI-ENDORSE PIHAK MANAPUN.
Banyak nih yang nanya car seat Poled.
Yuk, ikut saya menjelajah informasi tentang car seat Korea ini.
Pertama, saya Google terlebih dahulu. Car seat Poled dijual di Mothercare Indonesia.
Untuk gambaran awal, Poled Global All Age 360 dijual dengan harga Rp5.699.000. Fantastis. Mahal banget, bahkan lebih mahal dari Nuna Todl Next yang juga bisa diputer-puter.
Poled adalah car seat yang disponsori Hyundai Motor Company.
Ada berapa model car seat yang dijual Poled di Indonesia? Ternyata ada empat.
- Poled Rising Star (infant seat)
- Poled Y-Fix Pro (toddler to child)
- Poled Ball Fix Pro (high-back booster seat dan booster cushion)
- Poled All Age 360 (toddler to child yang bisa diputar 360)
Karena website Poled Korea tidak menampilkan lagi keempat car seat di atas (yang tampil adalah model-model car seat yang lebih baru), semua informasi saya ambil dari sumber sekunder berikut:
- website Mothercare Indonesia
- channel YouTube Poled Korea
- akun instagram Poled Singapura
- akun instagram Poled Filipina
Kali ini kita kaji Poled Global All Age 360.
Harga
Rp5.699.000,-
Spesifikasi dari website Mothercare Indonesia (screenshot):
Spesifikasi penting lainnya yang saya dapat dari akun instagram Poled Singapura dan akun YouTube Poled Korea (screenshot):
- Standar keselamatan: UN R44, Korea, China
- Grup (UN R44): 0+/1/2/3
- 0+ hadap belakang hingga 13kg
- 1 hadap depan dengan harness hingga 18kg
- 2 hadap depan tanpa harness (mode HBB) 15-25kg
- 3 hadap depan tanpa harness (mode HBB) 22-36kg
![]() |
Instalasi
- Grup 0+ hadap belakang hingga 13kg: ISOFIX + tether
- Grup 1 hadap depan dengan harness hingga 18kg: ISOFIX + tether
- Grup 2 dan 3 hadap depan tanpa harness (seat belt saja): seat belt 3-titik
Crash test
Di website Poled Korea, disebutkan bahwa manufacturer Poled All Age 360 adalah Apramo (co-development).
Apramo ini salah satu produsen car seat juga dan peredarannya di Eropa. Mari kita lihat, apakah ada yang mirip?
| Poled All Age 360 di Mothercare Indonesia |
| Apramo All Stage di Amazon UK |
Yap, ternyata mirip sekali, ya :D Ada perbedaan sedikit di headrest.
Kalau kita sudah nemu versi Eropa-nya, maka akan sangat mudah cari hasil crash test ADAC-nya. Yuk kita cari Apramo All Stage di ADAC.
Wah, tak disangka ternyata skor Security-nya 3.9. Kok nggak bagus, ya. Alias parah banget sih :(
Lho, katanya sudah lolos crash test Euro NCAP?
Jawab: Euro NCAP adalah crash test untuk mobil. NCAP adalah singkatan dari New Car Assessment Programme. Rangkaian tes dalam Euro NCAP, maupun NCAP lainnya di seluruh dunia, menilai seberapa baik sebuah mobil bisa melindungi penumpang dewasa dan penumpang anak. Pada tes Euro NCAP, dalam menilai aspek keselamatan penumpang anak pastinya car seat akan digunakan juga. Merk dan model biasanya yang sering dipakai. Namun, Euro NCAP TIDAK melakukan crash test untuk car seat.
Balik ke ADAC. Coba kita lihat lebih detil ya.
Ternyata, ada peningkatan risiko cidera jika hadap depan, dan ada risiko cidera yang lumayan saat tabrak samping. Saya nggak berani sih. Tapi sisi positifnya ada juga. Car seat ini punya jalur seat belt yang baik dan stabil dalam kendaraan.
Kemudahan instalasi juga kurang banget. Instruksi buku manual dan tanda peringatan memang mudah dipahami. Namun, ada risiko salah instalasi karena instalasinya lebih rumit. Mengencangkan harness pada anak juga perlu usaha ekstra. Selain itu, dengan bobot 14kg, car seat ini berat sekali. Akan sangat menantang untuk pindah-pindah mobil.
Dari segi ergonomi, kualitas bahan kain bagus. Ada ruang kaki yang cukup lega untuk anak, namun tidak makan tempat dalam mobil. Jadi ramping.
Selain ADAC, crash test terhadap Apramo All Stage juga dilakukan oleh TCS dari Swiss. Kedua institusi ini sama-sama komunitas otomotif berusia seratusan tahun dan disegani. Ini hasilnya.
Hasil TCS memang rendah sih. Kalau bagus itu nilainya 90% ke atas dan warnanya hijau di tiap bagian. Ini kuning, bahkan security cuma 32 :(
Di sisi lain, seorang ibu di Inggris pernah mengulas Apramo All Stage DI SINI. Ibu ini cukup puas dengan semua kecuali satu hal: mengenakan harness amat sulit karena harness terlalu lemas dan pasti diduduki oleh anak. Dan ini membuat ia tidak jadi merekomendasi car seat ini.
Kelebihan
Alternatif car seat ERF yang bisa diputar 360 dan jauh lebih baik
- Desain bentuknya bagus. Sekilas dari samping mirip Britax beberapa tahun lalu.
- Bahan terlihat bagus.
- Kain cover dan harness nampak lembut dan nyaman.
- Bisa diputar 360 yang bisa bermanfaat untuk ibu dengan kondisi fisik tertentu, misal low back pain, knee pain, atau kesulitan berdiri maupun berjalan.
- Ada teknologi alarm seat belt yang nampak menarik. Alarm akan berbunyi saat buckle harness dilepas oleh anak.
Kekurangan
- Crash test-nya luar biasa jelek banget.
- Hanya hadap belakang hingga 13kg atau sekitar usia 1,5 tahun, sama dengan infant seat biasa. Tidak mendukung ERF. Risikonya besar.
- Grup 0+ dan 1 hanya bisa dipasang dengan ISOFIX, tidak bisa dengan seat belt. Jadi, mobil kita juga sudah harus ada ISOFIX.
- Tether sebenarnya lebih rentan salah pasang (misuse) dibanding foot prop (kaki penyangga ke lantai mobil).
- Bobot sangat berat 14kg, akan perlu lebih banyak usaha jika pindah-pindah mobil.
Car seat ini cocok untuk
- Penyuka model car seat stylish.
- Punya kondisi medis tertentu dan lebih terbantu dengan car seat yang bisa diputar.
- Mobil ada ISOFIX.
- Tidak akan pindah-pindah mobil.
- Tidak ingin makan tempat di mobil karena ini cukup ramping.
- Yang tidak keberatan memutar anak jadi hadap depan di BB 13kg atau sekitar 1,5 tahun. Ini sangat berbahaya, sih. Tonton video ERF ini ya.
- Yang tidak keberatan anaknya hadap depan meski usianya belum 5 tahun dan BB belum mencapai 18kg. Saran saya, sebaiknya tetap hadap belakang. Tonton video ERF.
- Bersedia mengeluarkan biaya lebih besar.
Tidak cocok untuk
- Bayi. Posisi bayi tidak bagus meski sudah diberi insert. Masih tertekuk dan dagu menyentuh dada. Lihat VIDEO INI.
- Keluarga yang ingin ERF alias hadap belakang lebih lama karena alasan keselamatan.
- Yang mempertimbangkan hasil crash test seperti ADAC dan TCS.
- Mobil yang tidak ada ISOFIX (sebelum tahun 2018).
- Pindah-pindah mobil.
- Yang tidak punya waktu harnessing berlama-lama. Misalnya punya balita lebih dari satu.
- Yang mau berhemat.
Car seat ini masih lebih baik daripada
- Anak hanya memakai seat belt saja.
- Anak tidak pakai apapun.
- Nuna todl next (Rp4.990.000, skor Security ADAC 1.7 🟢 Very Good)
- Joie spin 360 GTi (Rp3.250.000)
- Joie spin 360 (Rp3.345.000, skor Security ADAC 2.3 🟢 Good)
- Nuna rebl plus i-Size Suited Collection (Rp4.550.000, skor Security ADAC 2.2 🟢 Good)
Jika ibucarseat mobilnya ISOFIX dan punya anak bayi, batita atau balita, apakah akan beli car seat ini?
Tidak, sebab tidak ERF. Ini poin utama. Selain itu, harganya juga tinggi. Dengan harga nyaris 6 juta rupiah, ibucarseat bisa beli 4 car seat untuk 2 anak, yang bisa mereka pakai hingga TB 150cm atau sekitar usia 12-14 tahun dan bisa pakai seat belt. Itu pun masih sisa 200ribu :D
Apakah orang lain boleh beli?
Ya, boleh aja. Kan bebas. Cuman sayang aja karena nggak ERF dan hasil crash test-nya jelek banget (baca: parah).
Harapan ibucarseat untuk Poled Global Age 360?
Semoga suatu hari nanti Poled masukin ke Indonesia car seat yang
- ERF hingga 18kg. Syukur bisa sampai 25kg.
- Crash test ADAC dengan skor Security satu koma alias Very Good 🟢, TCS 90% ke atas, dan crash test lainnya juga.
- Harness dibuat lebih mudah dipakaikan ke anak.
Aamiin.
Demikian kajian car seat Poled Global Age 360. Semoga bermanfaat. Silakan komen, insyaAllah saya balas.

.jpeg)









.jpeg)
.jpeg)


No comments:
Post a Comment